koneksi antar amteri modul 3.3
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL
3.3
PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK
PADA MURID
DESI AZMARIANTY
CGP 0602 SUMBAR
Pada modul 3.3 Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid, merupakan
rangkaian terakhir dari modul – modul
pada pendidikan guru pengerak. Pada modul ini banyak hal menarik yang dapat
diambil sebagai pembelajaran yaitu sebagai pemimpin pembelajaran, Ketika ingin
memutuskan sesuatu untuk Menyusun sebuah program dalam rangka pengembangan
sekolah, ternyata tidak harus dilakukan begitu saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan,
pengambilan sebuah keputusan didasari oleh pemikiran atau pertimbangan terlebih
dahulu.
Beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan agar
keputusan menjadi efektif dalam menyusun suatu program sekolah antara lain
harus melalui beberapa tahap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, mentoring
hingga evaluasi. Benang merah yang dapat ditarik dari keterkaitan antar materi
yang diberikan dalam modul 3.3 adalah bahwa dalam merencanakan suatu program
sekolah yang berdampak pada murid, penyusunan program yang berdampak pada murid
mengandung alur tahapan 5D/ BAGJA (Buat
pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi) dengan
menggunakan strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning
and Reporting) serta Manajemen Resiko.
Pelaksananaa dari program sekolah
yang berdampak pada murid dipengaruhi
oleh beberapa factor yang bersumber
daya sekolah itu sendiri. Maka perlu dilakukan pemetaan sumber daya atau
identifikasi terhadap aset/ modal yang dimiliki oleh sekolah seperti modal
manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/ alam, modal finansial,
modal politik, modal agama dan budaya.
Sekolah dapat memaksimalkan potensi sumber daya, aset/ modal tersebut
sebagai sumber kekuatan dalam pengembangan sekolah melalui program yang
berdampak pada murid. Murid adalah sosok merdeka belajar sehingga harus diberikan
kebebasan dalam berfikir, berkreasi dan berinovasi dengan melibatkan suara ( Voice) / pendapat murid, Pilihan kegiatan (
Choise) serta atas dasar kepemilikan dari kegiatan tersebut.
Konsep BAGJA merupakan model
manajemen perubahan yang membantu mewujudkan murid merdeka belajar di sekolah.
Konsep ini juga dikenal dengan strategi 5D yaitu Define,
Discovery, Dream, Design and Destiny. Define diartikan pentingnya
menentukan suatu arah dan tujuan dari suatu program yang akan dilaksanakan. Mengajukan sebuah
pertanyaan utama untuk mengalilebih dalam kebermaknaan sebuah program yang
diwujudkan. Discovery diartikan sebagai cara untuk
menemukan potensi terbaik yang dimiliki atau dikenal dengan tahap pencarian
jati diri. Dapat dilakukan dengan mengambil pelajaran pada peristiwa yang
terjadi sebelumnya. Dream diartikan dengan harapan, mengali mimpi dan segala hal yang mungkin menjadi
cita-cita bersama melalui program yang direncanakan. Tentunya mimpi ini dapat
dicapai jika ada kolaborasi dan dukungan dari seluruh warga sekolah serta
stakeholder yang ada. Design merupakan rancangan
langkah strategi untuk melaksanakan program. Strategi yang efektif diperlukan
untuk mencapai visi misi. Hal ini dapat dikembangkan ke hal-hal positif yang
menjadikan murid merasa aman, nyaman dan bahagia. Selnjutnya Destiny atau
cara membangun budaya melalui inovasi pembelajaran dan kreativitas yang tinggi
dalam model pembelajaran.
Dalam pelkasnaan sebuah program sesuai strategi yang telah
direncanakan, kita akan menemui berbagai kesulitan dan kendala yang kadang kala
tidak bisa dihindarkan, maka harus ada usaha untuk menimalisir kendala dan
hambatan tersebut Untuk itu, sebagai
pemimpin pembelajaran perlu melakukan kegiatan monitoring, evaluasi
(sebagai bentuk penilaian retrospektif dan wujud refleksi program yang
berdampak pada murid), pembelajaran dan laporan program atau disingkat
dengan MELR serta memperhatikan manajemen resiko untuk
meminimalisir resiko atau hal-hal yang diluar rencana.
Materi kali sangatlah menarik karena berkaitan pula
dengan materi pada modul modul sebelumnya:
1. Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Indonesia
Ki Hajar Dewantara
Sebagai pemimipin pembelajaran, pengelolaan pembelajaran
yang berdampak pada murid seyogyanya bertujuan untuk merawat dan menuntun
tumbuhnya kodrat murid melalui pertumbuhan murid yang merdeka
2. Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
Sebagai guru penggerak harus dapat menggerakkan dan
berpartisipasi aktif dalam organisasi keprofesian serta komunitas lain untuk
menunjang kesuksesan program sekolah yang berdampak pada murid.
3. Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
Visi guru penggerak sangat berkaitan dengan
bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang berpihak pada murid dan
menjalankan rencana program sekolah dengan dukungan para pemangku kepentingan
dalam mendukung ekosistem pembelajaran yang berpihak pada murid.
4. Modul 1.4 Budaya Positif
Pengelolaan program yang berdampak pada murid bertujuan
dapat memberikan dampak positif dengan
terwujudnya budaya positif di lingkungan sekolah.
5. Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
P engelola program yang berdampakpositif pada
murid harus melibatkan unsur – unsur apa yang menjadi kebutuhan murid seperti
kesiapan belajar murid, minat belajar dan profil belajar murid.
6. Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
Merencanakan program yang berdampak pada murid juga
perlu mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional di dalamnya. Hal ini
untuk mengembalikan kesadaran penuh (mindfullness) murid. Agar dalam
melaksanakan program sekolah, murid dapat merasa tenang, fokus, berempati,
termotivasi dan memiliki sikap tanggung jawab.
Melibatkan murid sebagai mitra melalui Coaching pembelajaran
sangat penting dilakukan sebagai langkah untuk menggali segala potensi
dan melejitkan kinerja murid untuk mengali dan menemukan sendiri solusi atas permasalahan
yang dihadapi ketika melaksanakan program sekolah yang berdampak pada murid.
Melalui coching juga diharapkan menumbuhkan sikap kreatif, inovatif dan sikap kritis dari
murid dengan harapan agar tercipta murid
merdeka belajar berprofil pelajar pancasila
8. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagao Pemimpin
Pembelajaran
Pemimpin pembelajaran adalah orang yang mau
melakukan perubahan ke arah yang positif dan senang berkolaborasi. Keputusan –
keputusan yang diambil haruslah bersifat efektif dan efisien terkait rancangan
program yang ingin dilakukan tentunya keputusan yang akan diambil hasrulah
sebuah keputusan yang telah harus memperhatikan 3 prinsip berfikir,
4 paradigma pengambilan keputusan dan melakukan 9 langkah pengujian dan
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
9. Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Pengelolaan yang berdampak pada murid hendaknya
didukung oleh identifikasi aset/ modal yang dimiliki oleh sekolah. Sehingga
pemanfaatan dan pengefektifan sumber daya menjadi prioritas yang perlu
diperhatikan oleh seluruh stakeholder yang ada.
Dengan memeperhatikan dan mengaitkan seluruh modul
lain sebelumnya maka dapat digambarkan bahwa peran guru pengerak sangat besar
dalam melakukan perubahan pendidikan, melalui pendidikan guru
pengerak ini dikembangkan sikap penumbuhan
kesadran diri sikap mandiri, reflektif, kolaboratif,
inovatif dan berpihak pada murid tercermin dalam aksi nyata menuju murid
merdeka belajar dan berkarakter sesuai profil pelajar pancasila.
10. Modul 3.3 Pengelolaan Program yang berdampak pada murid
Pengelolaan program yang berdampak pada murid mengunakan alur 5 D/ BAGJA, program yang berdampak pada murid terdiri berbagai kegiatan yang melibatkan siswa secara mandiri aktif dan mandiri, dalam mewujudkan sebuah program maka sangat diperlukan pendampigan dari guru pengerak sehingga murid dapat berpatisipasi secara aktif untuk melahirkan ide ide, gagasan terbaik dengan melibatkan suara, pilihan den kepemilikan (diagram Y).
Program yang berdampak positif yang bisa ditearpkan murid seperti : Agen perubahan (komunitas siswa), komunitas robotik, Bank Sampah, Lapak Siswa, Sanggar Tari (komunitas seni kreasi), Komunitas Literasi Digital, Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Cross Teaching (Pembelajaran Lntas Komptensi) Home Base Learning (Sosial Challenge : melatih empati dan sosial sesama)..
Kegiatan - kegiatan sederhana bermakna, berdampak dan membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan.
3

Komentar
Posting Komentar